meningkatkan kebersihan
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat
Allah SWT yang mana atas rahmat-Nya saya masih diberi kesehatan sehingga dapat
menyelesaikan karya tulis yang sederhana ini pentingnya pengaruh lingkungan
hijau terhadap prestasi siswa. Namun banyak komponen baik struktural, fungsional,
maupun lingkungan yang dapat mempengaruhi proses tersebut. Dengan demikian
studi mengenai fungsi ini sangat penting untuk dapat mencermati respon para
teman-teman terhadap lingkungan.
Saya mengucapkan
terimakasih kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Bojongsoang dan Para Guru yang turut
membantu perolehan literature terkait dalam penyelesaian tulisan ini. Karya ilmiah remaja ini
masih jauh dari kesempurnaan, oleh
karenanya kritik dan saran sangat diharapkan demi
perbaikan tulisan-tulisan berikutnya. Akhir kata saya berharap semoga karya
tulis remaja ini bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Bandung, November 2012
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Sekolah adalah rumah kedua bagi
siswa,guru, dan juga para warga sekolah, terutama kelas. Kelas yang dijadikan
sebagai tempat dimana banyak aktivitas belajar mengajar dilakukan. Berdasarkan UU
No. 9 Pasal 3 tahun 1960 menyatakan bahwa Pertumbuhan anak yang sempurna dalam
lingkungan hidup yang sehat adalah penting
untuk
mencapai generasi yang sehat dan bangsa yang kuat. Pengertian dan kesadaran
rakyat
tentang pemeliharaan dan perlindungan kesehatan adalah sangat penting untuk
mencapai
derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
Tentunya dengan kelas yang bersih
dan sehat yang dapat melahirkan siswa-siswi yang pintar dan cerdas. Dapat
dilihat bahwa ruangan kelas yang ada disetiap sekolah di Indonesia kemungkinan
banyak coretan-coretan, sampah, bangunan yang kurang terawat begitupun dengan
kelasnya.
Di Bandung pun banyak terlihat kelas
yang kotor karna kurang kesadaran para siswa yang belum mengoptimalisasikan
kegiatan piket dikelasnya. Seperti banyaknya sampah dikolong
meja,coretan-coretan meja dan bangunan sekolah, lantai-lantai yang
kotor,peralatan-peralatan yang kurang memadai. Hal ini juga terjadi disekolah
kami SMAN 1 BOJONGSOANG yang kami tempati untuk belajar dikelas XI IPA 1.
Dikelas XI IPA 1 yang luasnya …. terdapat 37
siswa dengan keadaan ruang kelasnya yang terlihat kotor, banyak sampah dikolong
meja, terdapat coretan-coretan dimeja, masalah ini terjadi dikarnakan banyaknya
siswa yang belum peduli atau kurangnya kepedulian terhadap ruang kelasnya. Hal
ini terlihat semakin sedikitnya siswa yang peduli terhadap pelestarian dan
kebersihan kelas. Banyak siswa yang menyebabkan ruangan menjadi kotor akibat
sampah yang sengaja dibuang dibawah meja, sampah tersebut akhir-akhir ini
dirasa sudah mulai mengganggu aktivitas siswa, selain karna mengganggu pemandangan
estetika juga bisa menjadi sumber penyakit dan mengeluarkan aroma yang tidak
sedap.
Lingkungan sekolah yang kondusif
sangat diperlukan dalam menghasilkan tamatan yang cakap melalui proses belajar
mengajar berbasis sistem pendidikan bermutu, tidak itu saja lingkungan sekolah
yang kondusif juga akan ikut mendorong terwujudnya pola hidup bermutu yang pada
saat ini sangat diperlukan dalam meningkatkan daya saing bangsa dimata dunia,
sekaligus melestarikan lingkungan kelas yang sehat dan bersih.
Hal ini hendaklah menjadi perhatian
khusus bagi penanggung jawab sekolah dan komunitasnya dalam menata kembali lingkungan
kelas dari berbagai macam masalah, disamping menciptakan budaya pelaku
pendidikan yang berwawasan kebersihan. Sehingga, dirasakan perlu untuk mengoptimalisasikan kegiatan piket
kelas dikelas XI IPA 1.
Menurut pendapat kami usaha yang
dapat dilakukan adalah dengan menyiapkan kebersihan piket, mengingatkan dan
juga ikut membersihkan kelas.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang yang
telah dijelaskan bahwa melaui optimalisasi kegiatan piket kelas dapat
meningkatkan kebersihan piket kelas.
“Apakah upaya mengoptimalisasikan
kegiatan piket kelas SMAN 1 BOJONGSOANG dikelas XI IPA 1 dapat meningkatkan
kebersihan kelas?
C.
Tujuan
Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan
tujuan untuk :
1. Supaya
kebersihan dikelas kita tetap terjaga
2. Meningkatkan
kesadaran siswa-siswi akan pentingnya kebersihan kelas
3. Upaya
siswa mengerti akan pentingnya fungsi kelas
4. Meningkatkan
optimalisasi kegiatan piket kelas
D.
Manfaat
Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat
member manfaat kepada berbagai pihak diantaranya sebagai berikut:
1. Manfaat
bagi Siswa
a) Dapat
menjadi kebiasaan baik bagi siswa sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar
b) Dapat
menjadi kegiatan yang menyenangkan dan dapat diterapkan dilingkungan masyarakat
yang bermanfaat bagi siswa dan menerapkannya dalam kehidupan yang nyata
2. Manfaat
bagi Guru
a) Memperoleh
kenyamanan dalam kegiatan belajar mengajar
b) Mempunyai
metode belajar mengajar yang menyenangkan didalam kelas dengan kondisi kelas
yang nyaman, bersih, dan sehat
3. Manfaat
bagi Sekolah
Memiliki sekolah dengan
kelas yang bersih, sehat, indah, nyaman yang dapat membuat siswa lebih nyaman
dalam belajar dan dapat meningkatkan minat belajar siswa dengan kelas yang
bersih.
BAB
II
KAJIAN
PUSTAKA
2.1
Pelaksanaan Kebersihan Disekolah
a.
Kegiatan pembersihan harian
Kegiatan ini di lakukan setiap hari kerja
efektif pada waktu sebelum kegiatan pembelajaran di kelas di mulai, mulai jam
06.00 – 07.00 WIB. Tujuan nya untuk membersihkan ruang kelas dan halaman sekitar
ruang kelas masing-masing, serta halaman sekitar kantor atau ruang lainnya yang
berdekatan dengan kelas siswa .
b.
Kegiatan Pembersihan mingguan
Kegiatan ini diberi istilah sabtu bersih ,
yang di laksanakan sebelum kegiatan pembelajaran dikelas di mulai , mulai 07.00
– 07.30 Wib . program kegiatan nya bersifat masal yang melibatkan para siswa
dan warga sekolah lainnya tujuan nya untuk membersihkan lingkungan sekolah
secara keseluruhann . khusus para siswa , dalam kegiatan pembersihan tersebut
dibagi berkelompok , dan masing-masing kelompok membersihkan lingkungan atau
halaman sekolah yang telah di tetapkan dalam kegiatan ini kadang kala para
siswa di minta membawa peralatan kebersihan.
2.2 Permasalahan
dalam membersihkan lingkungan sekolah beberapa kesulitan yang di alami dalam
membersihkan lingkungan sekolah adalah sebagai berikut :
1)
Setiap keluar istirahat sampah jajanan
mulai banyak berserakan
2)
Kurang nya kesadaran para siswa dalam
membersihkan lingkungan sekolah .
3)
Kurang nya fasilitas untuk membersihkan
lingkungan sekolah terutama dalam membersihkan kelas .
2.3 Pengaruh
kebersihan terhadap proses belajar mengajar
Lingkungan belajar yang efektif adalah
sebuah lingkungan belajar yang produktif , dimana sebuah lingkungan belajar
yang di desain atau di bangun untuk membantu pelajar meningkat kan
produktisitas belajar mereka sehingga proses belajar mengajar tercapai sesuai
dengan apa yang di harapkan. Hal ini dapat digambarkan dengan kemudahan para pelajar dalam berpikir
, berkreasi juga mampu secar aktif di karenakan lingkungan belajar yang bersih
sangat mendukung sehingga timbul ketertiban dan kenyamanan pada saat proser
belajar mengajar berlangsung. Berbeda hal nya dengan pelajar yang memiliki
sbuah lingkungan belajar yang kotor , tentunya akan menimbulkan kesan malas dan
membosan kan sehingga tidak timbul rasa semangat pada proses belajar mengajar
di karena kan lingkungan yang kotor tidak konduktif dan efektif.
BAB
III
PEMBAHASAN
3.1 Kondisi
kebersihan di kelas XI IPA 1
Kebersihan
lingkungan sekolah adalah salah satu faktor yang mendorong kita untuk lebih
bersemangat dalam proses kegiatan belajar mengajar , oleh karena itu kebersihan
di kelas harus di jaga . begitu pula dengan kebersihan di kelas XI IPA 1 yang
harus kita jaga dan kita lestarikan kondisi kelas XI IPA 1 saat ini belum
menunjukan kelas yang bersih . masih banyak kita jumpai sampah-sampah yang sengaja
di buang sembarangan padahal , tempat-tempat tersebut bukan lah tempat sampah
. Pihak sekolah sudah melakukan
tindakan-tindakan untuk tercapai nya ruangan kelas yang bersih indah sehat dan
nyaman . Hal tersebut menunjukan betapa rendah nya tungkat kesadaran siswa dan
siswi XI IPA 1 dalam menjaga kebersihan kelas .
3.2 Peran
siswa dalam menjaga kebersihan lingkungan kelas
Agar
sekolah terlihat bersih , siswa dapat berperan dalam menjaga kebersihan kelas
dengan cara tidak membuang sampah sembarangan , selain itu siswa juga bisa
memungut sampah yang berserakan dan membuang nya pada tempat sampah yang telah
tersedia . serta siswa di harapkan tidak mencorat-coret tembok dan bangku yang
merupakan sarana pembelajaran , dengan begitu , bangku dan tembok akan tetap
terlihat bersih tanpa adanya coretan-coretan yang di buat oleh siswa-siswa .
3.3 Dampak
kondisi kelas terhadap siswa-siswi
Dalam
proses pembelajaran banyak faktor yang mempengaruhi prestasi siswa. Salah
satunya yaitu kebersihan kelas, kebersihan sangat mempengaruhi konsentrasi
belajar siswa. Jika kelas bersih, indah dan tertata rapih maka kemungkinan
besar kenyamanan dalam proses pembelajaran akan tercapai. Selain itu
konsentrasi pun itu bisa lebih fokus, dengan begitu system kerja otak akan
semakin meningkat. Tetapi sebaliknya, jika kelas terlihat kotor dan kumuh,
pembelajaran atau materi yang akan di berikan oleh guru oleh sulit di terima
oleh siswa.
Kebersihan adalah upaya manusia untuk
memelihara diri dari lingkungan dari segala yang kotor dan keji dalam rangka
mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan yaman . kebersihan
merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan dan sehat adalah salah satu faktor
yang dapat memberikan kebahagiaan . sebaliknya , kotor tidak hanya merusak
keindahan tetapi , juga menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, upaya
meningkatkan kebersihan kelas melalui optimalisasi kegiatan piket kelas di XI
IPA 1 . Lingkungan hidup biasa juga disebut dengan lingkungan hidup manusia
(human environment) atau dalam sehari-hari juga juga cukup disebut dengan
“lingkungan” saja. Unsur-unsur lingkungan hidup itu sendiri biasanya terdiri
dari : manusia,hewan,tumbuhan dll. Lingkungan hidup merupakan bagian yang
mutlak dari kehidupan manusia-manusia .Dengan kata lain , lingkungan hidup
tidak terlipas dari kehidupan manusia .Istilah lingkungan hidup , dalam bahasa
inggris disebut Enviroment, dalam bahasa belanda disebut dengan Milieu , sedangkan
dalam bahasa perancis disebut dengan I’enviroment .
Menurut Prof Dr.Ir.Otto Soemarwoto
lingkungan hidup adalah jumlah semua benda dan dan kondisi yang ada dalam ruang
yang kita tempati yang mempengaruhi kehidupan kita . Prof . Dr. ST. Munadjat
Danusaputro , SH. Lingkungan hidup adalah sebagai semula benda dan kondisi
termasuk di dalamnya manusia dan tingkah perbuatannya , yang terdapat dalam
ruang tempat manusia berada dan mempengaruhi hidup serta kesejahteraan manusia
dan jasad hidup lainnya .
“Health is not everything but without
health everything is nothing”.
Slogan
diatas sangatlah tepat untuk menjadi cerminan perilaku kita sehari-hari ,
karena betapa ruginya kita semua jika dalam keadaan sakit . Waktu produktif
kita menjadi berkurang , belum lagi biaya berobat yang semakin mahal menjadi
beban lagi keluarga dan sanak saudara kita .
Menurut
Hendrick , L .Blumm , terdapat 4 faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan
masyarakat , yaitu faktor :
1)
Perilaku
2)
Lingkungan
3)
Keturunan dan
4)
Pelayanan kesehatan
Dari
4 faktor diatas ternyata pengaruh perilaku besar di ikuti oleh pengaruh
perilaku cukup besar di ikuti oleh pengaruh faktor lingkungan . ke empat faktor
diatas sangat berkaitan dan saling mempengaruhi .
BAB IV
METODE PENULISAN
Metode dan
Teknik Penelitian
Untuk mendapatkan data dan informasi
yang diperlukan, penulis menggunakan metode observasi dan kepustakaan. Adapun
teknik-teknik yang dipergunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Pengamatan Langsung/Observasi di
Lapangan
Pada teknik ini
penulis terjun langsung meneliti ke lapangan untuk mengetahui bagaimana
kebersihan lingkungan dan bagaimana peranan masyarakat setempat terhadap
masalah kebersihan lingkungan..
2. Studi Pustaka
Pada metode
ini, penulis membaca buku-buku dan tulisan yang berhubungan dengan penulisan
karya ilmiah melalui media buku dan internet, serta yang berkaitan dengan
masalah kebersihan kelas yang sudah
tercemar oleh sampah.
BAB
V
KESIMPULAN
DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Kondisi kebersihan XI IPA 1 masih
tergolong belum sepenuh nya bersih , karena masih di temukan sampah-sampah di
dalam kelas . Kebanyakan siswa masih berlaku acuh tak acuh terhadap kebersihan
kelas nya . Hal ini bisa dilihat dari coretan-coretan di bangku sekolah , dan
dinding-dinding sekolah . masih kurangnya tingkat kesadaran akan pentingnya
kebersihan di kalangan siswa/I XI IPA 1.
5.2 Saran
• Menegakan peraturan piket di kelas masing-masing.
• Mengadakan sabtu bersih.
•
Menindak atau memberi sanksi yang tegas bagi siswa dan siswi yang mengotori lingkungan sekolah.
• Menjaga penyedian sarana kebersihan (sapu,kemoceng,lap) di
setiap kelas .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar